Call : 085654407302 | Email : puket1@stit.ac.id

Sejarah berdirinya STIT Iqra’ Kapuas Hulu

10:30 pm 21 Nov 2020 AH Oditoriam

Assalamu'alaikum wr.wb.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Iqra’ Kapuas Hulu berdiri diawali dengan berdirinya Lembaga Iqra’ Putussibau yang dibentuk dalam rangka merespon kebutuhan masyarakat Kapuas Hulu yang berpenduduk 85% beragama Islam dan sampai saat ini belum satu pun berdiri lembaga pendidikan islam setingkat universitas atau Perguruan Tinggi. Karena itu pengurus Lembaga Iqra’ Putussibau mempunyai rasa tanggung jawab moral untuk membina dan meningkatkan syiar agama Islam dan peningkatan SDM Kapuas Hulu khususnya yang beragama Islam dibidang pendidikan Islam, mulai dari tingkat TK sampai Perguruan Tinggi. Dengan demikian sebagai sarana da’wah, maka Lembaga Iqra’ Putussibau bertekat senantiasa berupaya meningkatkan perananannya di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, agar eksistensinya betul-betul berdaya guna bagi terciptanya bangsa dan kelangsungan Negara yang adil, makmur dan Madani.

Melalui pendekatan pendidikan (Educative Aproach), Lembaga Iqra’ Putussibau terus berusaha mengembangkan konsep dasarnya dan semakin meningkatkan peran serta civitas lembaganya menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional, baik pembangunan seutuhnya sebagai subjek dan sekaligus obyek pembangunan maupun sektor pembangunan lainnya, materil maupun spiritual. Peranan Perguruan Tinggi Islam Iqra’ Kapuas Hulu seperti yang digambarkan tentu perlu diwujudkan dengan kesiapan para pengasuh dan Pembina serta tenaga-tenaga yang terkait lainnya untuk mengadakan pembaharuan sistem-sistem yang ada termasuk sistem kelembagaan dan manajemen sebagai konsekuensi dari keinginan akan adanya kemajuan yang sesuai dengan perkembangan zaman (up to date ). Berpijak pada hal-hal di atas dan memperhatikan tuntutan masyarakat dan mengingat semakin padatnya jumlah SLTA di kota Putussibau khususnya dan Kabupaten Kapuas Hulu pada umumnya serta didorong oleh panggilan zaman, maka timbul gagasan mendirikan perguruan tinggi agama Islam yang kemudian mendapat dukungan dari masyarakat melalui forum musyawarah antar pimpinan Lembaga Iqra’ dan tokoh masyarakat beserta utusan dari berbagai elemen masyarakat. Berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Iqra’ Kapuas Hulu diawali dari adanya sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Putussibau yang menginduk langsung ke Kopertais Wilayah XI Banjarmasin. Pengelolaannya belum bersifat mandiri/Independen. Peran Sekolah Tinggi tersebut hanya sebagai pelaksana/ penyelenggara pendidikan. Mahasiswa yang diterima hanya satu angkatan saja. Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan sampai diwisuda baru menerima pendaftaran mahasiswa baru. Dengan segala keterbatasannya sistem penyelenggaraan Sekolah Tinggi seperti itu dirasakan belum mampu menampung aspirasi keinginan dan animo masyarakat Kapuas Hulu yang haus wawasan dan siraman Ilmu Pengetahuan. Dari latar belakang keterbatasan pengelolaaan STIS tersebut, maka diantara pengelola STIS, memikirkan dan melontarkan ide/gagasan untuk mendirikan Sekolah Tinggi di Kabupaten Kapuas Hulu yang lebih Independen dan merupakan representatif dari warga muslim Kabupaten Kapuas Hulu. Diawali dari rapat kecil team penggagas di Kantor Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) antara lain yang dihadiri oleh Bapak Drs. H. Syahrul Yadi, M. Si, Bapak Wakasman, S. HI, Bapak Jumadi, S. HI, Bapak Amin Sodiq, S. HI, dan Bapak Mulyadi, S. Ag. Hasil rapat melahirkan ide/pemikiran untuk komfirmasi mengenai rencana tersebut bergabung ke Yayasan Darussalam yang pada waktu itu dipimpin oleh Bapak Drs. H. Abang Ramli. Hasil komfirmasi dengan Ketua Yayasan Darussalam beliau menyetujui rencana tersebut dan ditindak lanjuti dengan menemui Bapak Kakandepag Kabupaten Kapuas Hulu priode 2002–2007 yang pada saat itu dipimpin oleh Bapak H. Ade Unang Hasan BA. Rencana pendirian Sekolah Tinggi tersebut sempat mengalami kevakuman atau stagnasi disebabkan kepengurusan Yayasan Darussalam sudah banyak yang tidak aktif (meninggal/pindah tugas). Satu-satunya langkah strategis yang ditempuh adalah mendirikan Yayasan Baru sebagai payung embrio Sekolah Tinggi yang akan didirikan. Sesuai hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi, bahwa Bapak Drs. Ibrahim Muhammad, M.Si berangkat ke Pontianak menelurusi langkah-langkah untuk mendirikan Yayasan Baru. Sementara menunggu proses pembuatan akta notaris baru team yang lainnya menyusun Statuta dengan mengacu kepada Statuta Bontang Kalimantan Tengah yang difasilitasi oleh Bapak Drs. Arifin Muhammad, S. H. Sebagaimana umumnya sekolah-sekolah tinggi lainnya, STIT juga telah melalui proses yang cukup panjang. Awal sebelum didirikan, banyak hal yang dialami dan dirasakan oleh para penggagas, seperti yang dialami oleh Bapak Amin Sodiq, S.HI ketika hendak merampungkan konsep Statuta, komputer beliau mengalami kerusakan (error/hank), sehingga untuk penyelesaian pengetikan Statuta tersebut dibantu oleh Bapak Faisal Al-Hadi seorang alumnus STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah) dengan menggunakan komputer STIS. Setelah Statuta diketik dan dikonsep, Bapak Wakasman, S. HI ditugaskan untuk meminta Rekomendasi dari Kepala-kepala Dinas, Departemen dan juga dari DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) serta ormas Islam lainnya sebagai bukti respon positif dari semua elemen masyarakat yang sudah menunggu kehadiran sebuah Perguruan Tinggi yang bernapaskan Islam. Para Ormas Islam, Tokoh masyarakat, para pegawai Instansi baik dari Pemerintah Daerah, Pengadilan Agama dan juga dari Departemen Agama dan Pemuka agama Islam, para pemerhati pendidikan dari berbagai elemen masyarakat tersebut terus melakukan komunikasi dan musyawarah untuk membahas tentang pendirian sebuah sekolah tinggi. Yayasan atau Lembaga yang akan didirikan diberi nama “Lembaga Iqra’ Putussibau” karena letaknya yang berada di Putussibau. Setelah Lembaga ini resmi berdiri dengan Akta Notaris EDDY DWI PRIBADI, SH Nomor 79 tertanggal 21 April 2006, mulailah dilakukan terobosan-terobosan, pendekatan (approach) dan lobbi untuk mendapat izin operasional sebuah sekolah tinggi. Masyarakat Kapuas Hulu yang sudah lama menantikan kehadiran sebuah Sekolah Tinggi memberi bantuan dan dukungan baik moril, materil dan spirituil khususnya Bapak Bupati Kapuas Hulu Drs. H. Abang Tambul Husin yang memilih nama kata “IQRA” pada Yayasan yang baru didirikan. Nama tersebut adalah usulan dari Bapak Drs. H. Yahrul Yadi, M. Si diantara berbagai macam usulan nama-nama lainnya. Dan juga rencana sekolah tinggi yang didirikan akan diberi nama “Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Iqra’ Putussibau”.disingkat dengan kata STIT-IQRA’ Putussibau. Pada mulanya STIT di beri nama STAI Iqra’ Putussibau, (Sekolah Tinggi Agama Islam) Iqra’ Putussibau, karena pengusulannya direncanakan ada dua jurusan yaitu Jurusan Syari’ah dan jurusan Tarbiyah. Namun dalam perolehan izin dari Direktorat Perguruan Tinggi Islam (Dikti) hanya diperoleh izin untuk satu jurusan yaitu Tarbiyah, melihat potensi wilayah Kapuas Hulu yang masih sangat membutuhkan sentuhan kader-kader bidang agama khususnya guru agama Islam baik ditingkat Kabupaten maupun Kecamatan dan bahkan sampai ketingkat Lurah dan Desa. Memperhatikan Permohonan izin yang diajukan, Direktorat Perguruan Tinggi Islam Pusat mengutus tim penilai sebanyak tiga orang, yang salah satunya adalah putra terbaik Kabupaten Kapuas Hulu, Bapak DR. Hermansyah dkk, dalam rangka memantau dan menilai kelayakan berdirinya sebuah Perguruan Tinggi di Kapuas Hulu. Pengurus Lembaga Iqra’ Putussibau dan para penggagas menyambut baik kedatangan tim. Dengan perasaan optimis dan semangat juang yang tinggi dari semua pihak, sehingga segala hal yang diperlukan dalam studi kelayakan tersebut dapat berjalan lancar. Pasca kedatangan Tim assesor/peninjau tugas para penggagas dalam wadah Lembaga Iqra’ bukan berhenti sampai disitu saja, upaya-upaya persiapan terus dilakukan dan Rapat Koordinasi untuk memantapkan dan mempersiapkan segala hal yang diperlukan nantinya setelah mendapat Izin Operasional. Sehubungan dengan belum adanya Kantor Sekretariat Lembaga Iqra’ yang resmi, maka rapat dan musyawarah diadakan di rumah Ketua Lembaga Iqra’, Bapak Drs. Ibrahim Muhammad. M. Si., di rumah Bapak H. Sarbaini, SE dan dimana saja tempat yang memungkinkan untuk mengadakan rapat. Idae dan gagasan dari hasil rapat selalu diupayakan untuk segera direalisasikan. Setelah kurang lebih delapan bulan melakukan lobby dan upaya-upaya pendekatan lainnya baik yang dilakukan oleh Bapak Drs. H. Syahrul Yadi, M. Si dan juga Bapak Drs. Arifin Muhammad, SH dan rekan-rekan pengurus dan pengelola baik langsung ke pengurus Kopertais wilayah XI maupun langsung ke Dikti Jakarta, maka berkat dukungan, doa dan partisipasi dari semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, berdirilah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Iqra’ Putussibau, bertepatan padam bulan Juli 2007 dan resmi mendapat Izin Operaional dengan Nomor; Dj.I/220.D/2007. Sebagai langkah awal untuk menindak lanjuti izin operasional tersebut, maka pada tahun 2007 juga dibukalah penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2007/2008.